Rabu, 08 September 2010

Mas TOKI SUNARTO Buka Potong Rambut dari Playen Gunungkidul

 JADIKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN 

BUKAN UNTUK PENYEBARAN PORNOGRAFI

Mengantisipasi sempitnya lapangan kerja saat ini diperlukan kiat-kiat khusus  demi mendapatkan rezeki dari Alloh SWT .Salah satu wiraswastawan muda yang merintis usaha  menjadi pengusaha potong rambut adalah Mas TOKI SUNARTO .

Mas TOKI SUNARTO     mangkal di jalan Siyonoharjo -Playen Km 1,5 ,dari bundaran siyono ke arah kecamatan Playen .Kiosnya di sebelah kanan jalan ,cukup sederhana tetapi laris didatangi masyarakat .

Mas TOKI  SUNARTO  nama calon pengusaha muslim ini memulai usaha membuka  usaha potong rambut  pada tahun 2007 dengan modal sekitar 2 juta rupiah.Modal tersebut dipakai untuk sewa kios dan membeli  peralatan alat cukur ,sisir ,gunting , kaca dan sebagainya.

Setiap hari rata-rata 10 sampai 12 orang mencukurkan rambutnya di tempat mas TOKI SUNARTO. langganan mas Sunarto adalah masyarakat kecamatan Playen ,kecamatan Wonosari dan sekitarnya.Pelayanan yang ramah dan murah senyum menyebabkan  pelanggan betah untuk mencukurkan rambutnya di tempat mas TOKI apalagi ditunjang tarifnya  yang cukup merakyat Rp 3.000 perkepala .

Kegigihan berusaha dan istiqomah dalam melayani pelanggan  merupakan modal yang perlu terus dijaga agar pelanggan tetap betah .Bila pelanggan betah dan puas atas pelayanannya maka setiap 3 bulan sekali pelanggan  akan kembali untuk mencukurkan rambutnya.

Bila dianalisa penghasilan mas TOKI jangka panjang ,maka pendapatan sehari  mencapai 12 orang x Rp 3.000 sebesar  Rp 36 .000,- ,bila ditambah dengan usaha sampingan yang lain maka akan didapatkan pendapatan rezeki yang lumayan untuk  menghidupi keluarga dan mengembangkan usaha yang akan datang.

Akan lebih baik bila mas TOKI juga mengembangkan usaha yang lain seperti jual pulsa dan sebagainya,disamping barangnya sangat diperlukan masyarakat,tidak memerlukan tempat yang luas  juga untuk menambah pendapatan ,semoga mas Toki bisa mengembangkan tambahan usaha yang lain.

88. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

( QS. Al Maidah 5:88 )

Mutiara Hikmah


“Jikalau kalian bersyukur niscaya aku tambah rizkiKu padamu.”

Teruskan perjuangan untuk mendapatkan dan menjemput rizki dari Alloh SWT , niatkan mencari rezeki untuk menolong agama Alloh,Insya Alloh   Alloh akan menolong kita,Semoga Alloh SWT selalu membimbing dalam kita mengarungi kehidupan yang penuh dengan onak dan duri.Selamat menjadi pahlawan ekonomi penggerak roda perekonomian umat.Bila ada yang ingin bertukar pengalaman masalah mode ataupun kerjasama yang lain bisa menghubungi mas TOKI Sunarto no tukang_cukur_1tukang_cukur


Pak Tardi : Usaha Pemancingan dan Ikan Bakar Dari Ponjong Gunungkidul

 PORNOGRAFI PERUSAK MORAL BANGSA

MARI BANTU MEMBRANTASNYA

Panggilannya,atau nama lengkapnya mas SUTARDI seorang karyawan sekolah swasta di daerah Playen Gunungkidul yang juga pelatih bela diri TAPAK SUCI merintis usaha pemancingan ikan dan rumah makan dengan menu Ikan Bakar di daerah SIMO , Genjahan Ponjong Gunungkidul,Yogyakarta.

mino_simorumah_makan_pak_tardiMasTardi nama panggilannya,atau nama lengkapnya mas SUTARDI seorang karyawan sekolah swasta di daerah Playen Gunungkidul yang juga pelatih bela diri TAPAK SUCI merintis usaha pemancingan ikan dan rumah makan dengan menu Ikan

Beliau merintis usaha ini betul-betul dari nol baik modal ,ketrampilan maupun modal berujud dana.Pekarangan yang ditempati orangtuanya waktu sebelum menjadi Rumah Makan hanya berupa sepetak tanah yang penuh dengan semak belukar,tetapi kebetulan disamping tanah tersebut mengalir aliran selokan untuk pengairan sawah di sekitar kecamatan Ponjong .

Mas TARDI waktu itu berpikir keras, bila tanah tersebut hanya ditanami padi maka untuk memanen harus menunggu 4 bulan lamanya, itu saja belum kalau ada resiko hama dan sebagainya.Dengan berbagai pertimbangan yang matang ,akhirnya diput uskanlah membuat kolam pemancingan yang kemudian di kembangkan menjadi rumah makan spesialis ikan bakar.

Proses pembuatan kolampun pak Tardi mengerjakan sendiri dengan alat cangkul dan ikrak .Setahap demi setahap kolam dibuat kemudian ditambah dengah rumah ditengah kolam sebagai tempat lesehan bagi pemancing maupun pembeli ikan bakar sambil melihat panorama persawahan disekelilingnya.

Pengambilan bibit ikan tidak menjadi masalah karena sudah ada pihak pemasok dari luar Gunungkidul tepatnya dari Cangkringan Sleman Yogyakarta.Setiap mas Tardi membutuhkan bibit ikan maupun ikan yang akan diolah karena stok ikan dalam kolam habis maka pak Tardi tinggal menghubungi pemasok dengan HP.

Dalam melayani pembeli baik pembeli ikan mentah maupun ikan bakar mas Tardi dibantu istri tercintanya dan 4 orang tenaga pembantunya.Masakan yang dijual pun beraneka ragam : Gurameh bakar, Nila Bakar, Bawal bakar disertai lalapan dan sambalnya yang sangat nikmat akan menambah nikmatnya hidangan dengan lesehan dan melihat panorama indah disekitarnya.Bagi para pembaca yang budiman bila ingin mencicipi Ikan bakar Mas TARDI bisa datang ke Rumah makan dan Pemancingan ” MINO SIMO ” Simo ,Genjahan Ponjong Gunungkidul kurang lebih 20 km ke arah timur menuju kecamatan Ponjong.

Untuk Mas Tardi Teruskan perjuangan menjadi pahlawan ekonomi sehingga bisa mengurangi penggangguran sekaligus menambah lapangan kerja dan juga menggerakan roda perekonomian masyarakat. semoga Alloh SWT selalu memberi kekuatan kepada kita. Amien.

164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
( QS. Al Baqarah 2:164 )

Mas Duwanto Peternak Gemak dari Gunungkidul

MARI BANTU BERANTAS PORNOGRAFI PERUSAK MORAL BANGSA

Mas Duwanto yang bertempat tinggal di Wareng, Wonosari,Gunungkidul, Yogyakarta seorang ustazd yang mengurusi masjid Al-Fatah Wareng juga bekerja di industri bubut di Surabaya dan berwiraswasta menjadi peternak puyuh ( gemak ) di rumahnya.

Mas Duwanto merintis beternak burung puyuh dengan modal :

1. Sebidang pekarangan untuk kandang selua  5 m x 12 m

2.Bangunan untuk kandang terdiri dari bahan :

a. Kayu usuk untuk rangka bangunan

b.Bambu untuk dinding

c. Asbes untuk atap

d. Kawat setrimin untuk kandang bagian dalam

e. Pipa pralon besar untuk tempat makanan dan minuman

f. Instalasi listrik untuk penerangan

g.Ember besar dan perlengkapannya

Modal dari bahan – bahan di atas menghabiskan dana sekitar Rp 6.200.000

Ukuran kandang di atas bisa menampung burung puyuh sebanyak 2000 ekor.Sedangkan modal awal untuk pembelian makanannya selama kurang lebih 35 hari menghabiskan dana sebesar Rp 3.000.000.Setelah  bibit puyuh dipelihara sampai 35 hari maka puyuh tersebut  mulai bertelur dan setelah 2 bulan penuh maka seluruh burung puyuh sudah bisa bertelur setiap hari.Saat dipelihara 35 s/d 42 hari burung puyuh baru bertelur kurang lebih 50 % atau sekitar 10 kg dari 2000 ekor yang dipelihara.

Pemasaran telur puyuh sudah tidak menjadi masalah karena pihak investor sudah siap membelinya dengan harga Rp 165 perbutir. Teknis pemberian makan dan minumnya dilakukan setiap jam 07.00 WIB dan jam 15.00 WIB.Rata -rata perekor burung puyuh menghabiskan 22 gram makanan. Kebutuhan air minum dari 2000 ekor perharinya menghabiskan  air sekitar 40 liter.Pengambilan kotorannya setiap 2 hari sekali dan akan terkumpul sebanyak 2 zak yang dapat dipergunakan untuk rabuk tanaman.Harga makanan saat ini sebesar Rp 240.000 / zak untuk makanan yang halus dan Rp 213.000 perzak untuk makanan yang agak kasar.

Bila kebersihan dan kesehatan di jaga dengan baik maka burung puyuh tersebut bisa bertelur selama 2 tahun dan setelah itu burung puyuh yang sudah tidak bertelur dijual untuk dijadikan  menjadi konsumsi daging puyuh

duwanto_1

duwanto_3

K eterbatasan yang dihadapi mas Duwanto saat ini adalah masalah permodalan untuk menambah jumlah puyuh yang akan diternakkan agar impas dengan pengeluaran tenaga dan modal,maka bagi para pengusaha yang punya dana lebih bisa meminjamkan modalnya kepada  mas Duwanto syukur tanpa  jasa.

Demikian sekilas profil kegigihan seorang ustazd yang mencari maisyah dengan berwiraswasta beternak puyuh sekaligus menjadi karyawan suatu perusahaan di Surabaya.Teruskan perjuangan menjadi pahlawan-pahlawan ekonomi yang akan menggerakkan ekonomi umat Islam sehingga umat Islam menjadi umat yang kuat dari berbagai segi termasuk ekonomi.Semoga Alloh SWT memberkahi usaha mas Duwanto. Amien. Jangan lupa mas bila mendapat keuntungan untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk zakat maal atau infaq dan shodaqoh.

Ibu Surati Menjemput Rezeki dengan Jualan Sate


Gb.Bu Sulastri Melayani Pembeli
BU Surati yang beasal dari Madusari Wonosari menjemput rezeki dari Allah SWT dengan berjualan sate dan tongseng kambing di depan kios pasar Wonosari.
Perjuangan mencari dan menjemput rezeki dari Allah SWT penuh dengan persaingan dalam jaman yang serba global ini.Sejak sekitar tahun 1975 bersama suami malang melintang menjemput rezeki dari Allah dengan jualan sate dan tongseng kambing.Di depan kios pasar Wonosari setiap malam bu Surati membuka angkringannya sejak sekitar jam 18.00 WIB samapi sekitar jam 02.00 WIB dini hari.Setiap malam bu Surati menghabiskan daging kambing sekitar 3 kg .Sewaktu suami masih hidup bu Surati menunggui angkringan satenya bersama dengan suami tetapi setelah suaminya di panggil oleh Allah SWT sekitar tahun 2002 bu Surati menunggui angkringan satenya sendiri saja.
Perjuangan menjemput rezeki dari Allah dijalainnya dengan kegigihan dan ketekunan walaupun persaingan semakin ketat .Tetapi dengan bekal ketekunan dan kemauannya yang kuat serta melayani konsumen dengan sebaik-baiknya Alkhamdulillah bu Surati bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya bahkan ke lima putraputrinya sekarang sudah selesai sekolah dan masing -masing sudah bekerja baik di instansi pemerintah maupun swasta.
Selain melayani pembelian langsung untuk dinikmati ditempat bu Surati juga melayani pesanan baik untuk rapat rapat maupun hajatan .Silahkan dinikmati sate dan tongseng bu Surati di depan kios pasar Wonosari di malam hari sambil menikmati udara malam atau refresing.
Hikmah :

Mutiara Islam


“Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta’ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat.”

HR. Bukhari